Mengenal Spektrofotometer dan Prinsip Kerjanya
Spektrofotometer
Dalam pengujian sampel kita perlu mengenal dan mengetahui prinsip kerja dari berbagai alat atau instrument yang mendukung di laboratorium. Salah satu alat yang harus dikenal dan diketahui prinsip kerjanya dalam pengujian sampel adalah spektrofotometer. Mengenal spektrofotometer pasti akan bersinggungan dengan metode kimia analisis. Spektrofotometri adalah salah satu metode kimia analisis yang digunakan untuk menentukan komposisi suatu sampel baik secara kuantitatif maupun kualitatif yang didasarkan pada interaksi antara materi dengan cahaya. Nah, alat yang digunakan dalam spektrofotometri inilah yang kita kenal dengan sebutan spektrofotometer.Berkenalan dengan Spektrofotometer
Spektrofotometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur absorbansi dengan cara melewatkan cahaya dengan panjang gelombang tertentu pada suatu obyek kaca atau kuarsa yang disebut kuvet. Sebagian dari cahaya akan diserap dan sisanya akan dilewatkan.Baca : Optimalisasi Penggunaan Rapid Test Kit Analisa Kimia Untuk Efisiensi Pengujian Untuk Laboratorium Industri


Prinsip Spektrofotometer
Pada prinsipnya, alat ini adalah hasil penggabungan dari alat spektrometer dan fotometer. Spektrometer adalah alat yang menghasilkan sinar dari spektrum dengan panjang gelombang tertentu. Spektrometer memiliki alat pengurai seperti prisma yang dapat menyeleksi panjang gelombang dari sinar putih. Sedangkan fotometer adalah alat pengukur intensitas cahaya yang ditransmisikan atau diabsorbsikan. Pada fotometer terdapat filter dari berbagai warna yang memiliki spesifikasi melewatkan trayek panjang gelombang tertentu.Baca : Mengukur Konsentrasi DNA
Bagian-bagian spektrofotometer terdiri dari sumber spektrum tampak yang kontinyu, monokromator, sel pengabsorbsi untuk larutan sampel atau blanko dan suatu alat untuk mengukur perbedaan absorbsi antara sampel dan blanko ataupun pembanding. Berikut alur prinsip kerja dari suatu spektrofotometer:
- Radiasi yang digunakan harus monokromatik,
- Energi radiasi yang diabsorpsi oleh sampel tidak menimbulkan reaksi kimia,
- Sampel (larutan) yang mengabsorbsi harus homogen,
- Tidak terjadi fluoresensi atau phosporesensi, dan indeks refraksi tidak berpengaruh terhadap konsentrasi, jadi larutan tidak pekat (harus encer).
Metode Praktis Deteksi Kandungan Histamin Dalam Makanan
Bagian-Bagian Autoclave dan Fungsinya
Perbedaan Laminar Air Flow dan Biosafety Cabinet
Recent Posts
Admin Sains
Pameran INDOWATER 2022 Digelar Di Jakarta
Admin Sains
Tertawa Dapat Membentuk Otot Perut Anda?
Admin Sains
Mengapa Saat Kita Tertawa Terasa Enak?
+0123 (456) 7899
contact@example.com