Kurang Vitamin D Tingkatkan Risiko Terserang Asma
Kurang vitamin D
Tahukah kamu kalau vitamin D bukan hanya dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi saja. Kurang vitamin D dapat berisiko menimbulkan berbagai penyakit. Salah satunya adalah meningkatkan risiko terserang asma. Vitamin D dibutuhkan oleh semua kalangan, baik anak-anak maupun orang dewasa dan ternyata memiliki keunikan tersendiri. Meski masuk dalam kategori vitamin, tapi vitamin D bukan sekedar vitamin biasa dan dianggap sebagai pro-hormon. Mengapa demikian? Vitamin adalah nutrisi yang harus diperoleh melalui makanan atau suplemen karena tubuh tidak dapat memproduksinya sendiri. Sedangkan vitamin D mampu diproduksi oleh tubuh dengan bantuan sinar matahari sebagai sumbernya. Batas ideal vitamin D dalam tubuh adalah 30 nanogram/mililiter.
Baca : 4 Buah menyeramkan yang mengandung Vitamin dan Khasiat yang tinggi
Beberapa penelitian menunjukan kurang vitamin D dapat menyebabkan risiko terkena penyakit autoimun, jantung, stroke, kanker, diabetes dan masih banyak lainnya. Berdasarkan hasil analisis studi terbaru menunjukan bahwa anak-anak yang kekurangan vitamin D memiliki risiko lebih besar untuk terkena penyakit asma. Studi ini melibatkan lebih dari 25.000 orang dewasa berusia 18-79 tahun dan lebih dari 9.700 anak-anak usia 6-17 tahun. Para partisipan menjalani tes untuk mengukur kadar vitamin D dalam darah dan dilakukan pemeriksaan apakah menderita asma. Hasil studi yang melibatkan ribuan orang ini menunjukan bahwa 68% partisipan anak-anak dan 70% dewasa memiliki kadar vitamin D dibawah batas ideal. Selain itu, didapati sekitar 1.200 anak-anak dan 1.800 orang dewasa menderita asma.
“Alasan tepat dibalik hubungan ini belum jelas, tetapi kemungkinan vitamin D menurunkan tingkat inflamasi pada tubuh,” ujar Yueh-Ying Han, peneliti sekaligus asisten profesor di Universitas Pittsburgh School of Medicine.
Baca : Banyak Vitamin yang Tidak Berguna, Benar ‘kah?
Masih menurut Han, ada kemungkinan lain yaitu vitamin D dapat meningkatkan respon tubuh seseorang terhadap obat asma. Penemuan terbaru ini mendukung penelitian-penelitian sebelumnya yang menemukan hubungan antara asma dan kadar vitamin D. Bukan hanya itu saja, sebuah studi lain menemukan bahwa seorang ibu yang mengkonsumsi sejumlah besar vitamin D semasa kehamilan memiliki risiko asma yang lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak atau sedikit mengkonsumsi vitamin D. Namun dengan adanya temuan ini bukan berarti kamu dapat menjadikan vitamin D sebagai pengganti obat asma. Para pasien yang memang telah terlanjur menderita asma harus tetap mengkonsumsi obat asma. Hasil studi ini dapat kamu jadikan rujukan sebagai prefentif atau pencegahan timbulnya sakit asma."Tapi karena relatif aman, mengkonsumsi suplemen vitamin D dalam jumlah cukup sangat dianjurkan bagi setiap orang, terutama yang memiliki kadar vitamin D rendah di darahnya,” tutup Han.Baca Juga:
Kenali Pertolongan Pertama Pada Penderita Asma
Ubanan di Usia 20-an? 4 Faktor Ini Penyebabnya!
Ini Fakta dan Informasi Menarik Seputar Jantung Anda
Recent Posts
Admin Sains
Pameran INDOWATER 2022 Digelar Di Jakarta
Admin Sains
Tertawa Dapat Membentuk Otot Perut Anda?
Admin Sains
Mengapa Saat Kita Tertawa Terasa Enak?
+0123 (456) 7899
contact@example.com