Ternyata Otak Orang Obesitas 10 Tahun Lebih Tua Dibanding Orang Kurus?!
Obesitas adalah suatu kondisi dimana terjadi kelebihan dan penumpukan lemak di dalam tubuh yang terakumulasi sehingga dapat menimbulkan dampak yang merugikan bagi kesehatan. Bahkan obesitas atau kegemukan dapat menurunkan harapan hidup dan meningkatkan masalah kesehatan. Dan ternyata otak orang obesitas kabarnya lebih tua dibanding orang kurus. Benarkah? Yuk, kita bahas dulu.
Contoh segmentasi materi abu-abu dan putih (a) kurus (56 tahun, IMT 19,5) dan (b) obesitas (50 tahun, IMT 43,4)[/caption]
Dengan kata lain, orang obesitas yang berusia 50 tahun memiliki volume materi putih yang sama dengan orang kurus yang berusia 60 tahun. Materi putih ini adalah berupa jaringan ikat dan berhubungan dengan sistem komunikasi.
Tapi anda tidak perlu khawatir. Kabar baiknya adalah bahwa penurunan materi putih ini tidak berhubungan dengan penurunan kemampuan kognitif otak -hasil tes IQ sederhana menunjukan hal tersebut-. Selain itu, penurunan materi putih yang diduga sebagai degenerasi syaraf ini hanya terjadi pada individu yang berusia paruh baya. Tidak terjadi pada kalangan usia muda dan berkaitan dengan hal ini, para peneliti masih belum mengerti mengapa bisa demikian.

Baca : Implan Lemak Bantu Turunkan Obesitas dan Diabetes?
Perhitungan berat badan dan kaitannya dengan kesehatan bisa anda ukur melalui perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT). Anda bisa menghitung nilai IMT dengan mengacu pada rasio perbandingan berat (kg) dan tinggi (m) badan. Misalnya berat anda 55 kg dengan tinggi badan 1,7 m, maka nilai IMT anda adalah 55/1,72 = 19,03.Rumus:
Cek apakah anda termasuk obesitas atau tidak dengan perhitungan IMT. Anda bisa memakai klasifikasi IMT yang dipublikasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia pada tahun 2000 sebagai acuan: Apakah tergolong obesitas atau tidak? Perhatikan tabel di bawah ini:

Baca Juga : Ingin Otak Awet Muda? Lakukan Hal Ini!
Para peneliti membuktikan hal tersebut dengan melakukan analisis cross-sectional struktur otak berbasis MRI pada 527 orang yang berusia 20-87 tahun. Mereka dikelompokan berdasarkan hasil tes IMT, apakah orang tersebut temasuk kurus atau gemuk. Hasil penelitian menunjukan bahwa volume materi putih pada otak penderita obesitas terlihat 10 tahun lebih tua dibanding orang kurus. [caption id="attachment_1152" align="aligncenter" width="600"]
Contoh segmentasi materi abu-abu dan putih (a) kurus (56 tahun, IMT 19,5) dan (b) obesitas (50 tahun, IMT 43,4)[/caption]
Dengan kata lain, orang obesitas yang berusia 50 tahun memiliki volume materi putih yang sama dengan orang kurus yang berusia 60 tahun. Materi putih ini adalah berupa jaringan ikat dan berhubungan dengan sistem komunikasi.
Tapi anda tidak perlu khawatir. Kabar baiknya adalah bahwa penurunan materi putih ini tidak berhubungan dengan penurunan kemampuan kognitif otak -hasil tes IQ sederhana menunjukan hal tersebut-. Selain itu, penurunan materi putih yang diduga sebagai degenerasi syaraf ini hanya terjadi pada individu yang berusia paruh baya. Tidak terjadi pada kalangan usia muda dan berkaitan dengan hal ini, para peneliti masih belum mengerti mengapa bisa demikian.
"Sebagai konsekuensi dari usia, wajar jika otak kita akan mengalami penyusutan ukuran. Tetapi tidak jelas mengapa orang yang kelebihan berat badan memiliki penurunan lebih besar pada jumlah materi putih,” terang Lisa Ronan, salah satu tim dari University of Cambridge di UK.Hal penting lainnya yang perlu didukung dengan studi tambahan adalah apakah perubahan volume materi putih pada otak bersifat reversibel dengan penurunan berat badan. Juga bagaimana mengetahui obesitas mempengaruhi penurunan meteri putih pada otak orang yang berusia paruh baya. Penelitian ini telah diterbitkan dalam jurnal Neurobiology of Aging. Baca Juga :
Pengecap Rasa Terbaru di Lidah Untuk ‘Deteksi’ Obesitas?
Benarkah Obesitas Hambat Kesuburan Anda?
Wow! Saraf Baru di Otak Manusia Bisa Terbentuk Dengan Melakukan Hal Ini
Recent Posts
Admin Sains
Pameran INDOWATER 2022 Digelar Di Jakarta
Admin Sains
Tertawa Dapat Membentuk Otot Perut Anda?
Admin Sains
Mengapa Saat Kita Tertawa Terasa Enak?
+0123 (456) 7899
contact@example.com